Kamis (10/4) kemarin, Kota Nabire, Papua, mencekam sejak pagi hingga
sore. Pasca penghitungan suara TPS 10 Perumahan Satpol PP, Kelurahan
Wonorejo, Distrik Nabire Barat, massa mengamuk. Mereka merusak pangkalan
ojek dan kantor kepala desa.
Puluhan orang memalang satu-satunya jalan raya di kawasan tersebut setelah caleg yang didukungnya kalah suara. Tak sekadar merusak fasilitas umum, massa juga sempat mengancam petugas TPS dan ketua RT setempat agar perolehan suara caleg yang didukungnya mendapatkan suara lebih banyak.
"Beberapa orang masuk rumah sakit," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo.� ketika dihubungi melalui telepon selulernya.
Warga setempat ketakutan. Mereka tak berani keluar rumah. Situasi mereda setelah aparat keamanan bersiaga di lokasi.
Puluhan orang memalang satu-satunya jalan raya di kawasan tersebut setelah caleg yang didukungnya kalah suara. Tak sekadar merusak fasilitas umum, massa juga sempat mengancam petugas TPS dan ketua RT setempat agar perolehan suara caleg yang didukungnya mendapatkan suara lebih banyak.
"Beberapa orang masuk rumah sakit," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo.� ketika dihubungi melalui telepon selulernya.
Warga setempat ketakutan. Mereka tak berani keluar rumah. Situasi mereda setelah aparat keamanan bersiaga di lokasi.






0 komentar:
Posting Komentar