Jumat, 11 April 2014

Akhirnya, caleg stres mulai bermunculan!

Baru sehari pascapemilu legislatif, sejumlah caleg stres mulai bermunculan. Witarsa, misalnya, dibawa anggota keluarganya ke sebuah padepokan di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrat untuk Dapil Jabar X ini mengalami stres akibat perolehan suaranya sangat minim, sehingga gagal menjadi anggota DPRD Jawa Barat. Padahal, modal yang dikeluarkannya sangat besar.

Kabar mengenai caleg stres ini dimunculkan TVOne, Kamis (10/4) dinihari, kemudian videonya menyebar di youtube sejak pagi tadi.
caleg stres mulai bermunculan
Witarsa masih mengenakan seragam partai saat dimandikan.
-
Ketika dibawa ke padepokan di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Witarsa masih mengenakan seragam Partai Demokrat. Dia menjalani pengobatan di padepokan dengan cara dimandikan dulu, lantas dibacakan ayat-ayat suci Al-Quran.
caleg stres mulai bermunculan
Usai dimandikan, di bawa ke ruang terapi Pak Kiai.
-
Saat menjalani pengobatan, Witarsa bahkan sempat menangis. Dia mengaku stres karena perolehan suara untuknya sangat minim. Padahal, modal yang dikeluarkan sangat besar.
caleg stres mulai bermunculan
Witarsa menangis saat menjalani pengobatan oleh Ustadz Ujang Bustomi.
caleg stres mulai bermunculan
Ustadz Ujang Bustomi mengobati Witarsa melalui pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran.
caleg stres mulai bermunculan
Usai diterapi, Witarsa diminta istirahat dulu.
-
Berikut ini video saat Witarsa menjalani pengobatan di sebuah padepokan di Cirebon:
-
Nekat mencuri kotak suara
Lain lagi gejala stres yang diduga dialami caleg dari PKS, Muhammad Taufiq (50). Kecewa dan marah perolehan suaranya minim, pria ini ditemani Asmad (50) tiba-tiba keluar dari rumah dan mendatangi TPS 2 Dusun Cekocek, Desa Bierem, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.
Saat itu, Rabu (9/4) sore pukul 15.45, petugas baru saja merampungkan penghitungan suara. Tanpa ba-bi-bu lagi, Taufiq dan Asmad langsung mengambil paksa sebuah kotak suara di TPS tersebut.
“Merasa tidak puas dengan hasil perhitungan suara, kedua pelaku pergi ke TKP dan mengambil kotak suara secara paksa, kemudian dibawa ke rumah Saudara Taufik,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie, Kamis (10/4/). Kedua pelaku kemudian diamankan Panwascam Tambelangan.
Di berbagai wilayah lain di Indonesia, kasus serupa pasti juga terjadi, meski dengan kadar stres serta bentuk ekspresi yang berbeda-beda.
Kita semua tentu sangat prihatin dengan kejadian ini. Mestinya, setiap partai politik juga melakukan screening kejiwaan yang ketat terhadap bakal caleg sebelum mengajukan pendaftaran.
Para caleg pun mestinya sejak awal sudah menyiapkan mental, bahwa ada kemungkinan dia menang dan kalah. Kalau sejak awal cemas bakal kalah, ya ndak perlu mendaftar jadi caleg, serta nggak perlu mengeluarkan modal besar untuk “membeli” suara rakyat.


sumber

0 komentar:

Posting Komentar